Cara menghasilkan uang lewat personal branding social media oleh Tomliwafa

Semenjak aktivitas banyak dilakukan dirumah karena covid-19 corona saya menjadi lebih sering mengikuti program IG Live yang diadakan oleh berbagai macam moderator dari background yang bervariasi. Hal ini dilakukan agar saya bisa tetap berpikir normal dan tidak terlalu under pressure dikarenakan isi dari media massa yang selalu memberitakan corona update, bisa tidak normal dan tidak sehat saya rasa berkepanjangan dan berlama-lama.

Untungnya instagram menjadi media yang sangat powerful dewasa ini, hampir semua pengusaha sukses di Indonesia melakukan live sharing terkait penanggulangan covid-19 corona terhadap usaha. Mulai dari Sandiaga Uno, Hendy Setiono, Hermanto Tanoko, Reiner Rahardja, Rico Huang, Tung Desem Waringin, Bong Chandra dan juga Tomliwafa.

Nama yang terakhir saya sebutkan minggu ini sedang hot trending dan viral di internet karena movement campaign-nya bertemakan “Entrepreneur VS Corona” menggalang donasi dengan nilai yang sangat fantastis dan membagikannya langsung kejalanan menggunakan mobil supercar. Kegiatannya ini memang memicu pro dan kontra tapi masing-masing orang punya hak untuk menilai dan mengambil sisi positif atau negatif, sudah pasti yang dilakukannya adalah untuk donasi bukan ajang pamer apalagi riya. Inspirasi untuk anak muda.

Tomliwafa memang terbilang masih sangat muda, usia 29 tahun dan telah sukses membesarkan Handmadeshoesby dan Delvation Store di Surabaya. Dengan optimasi digital marketing dia berhasil melebarkan sayap usahanya dan menggandeng berbagai reseller dari pelosok Indonesia. Setiap hari omset yang diperoleh luar biasa besarnya. Bukan berarti dimasa pandemi covid-19 corona ini dia tidak terimbas ya. Justru karena terkena dampak Tomliwafa malah melakukan donasi secara besar-besaran, bahkan dari pribadinya sendiri, karena berbagi sudah menjadi hal yang diutamakannya.

Nah, tulisan diatas sebenarnya adalah pembuka saja hehe…karena saya sudah mengenalinya melalui observasi sendiri di internet jauh sebelum covid-19 corona. Malam ini/ 7 Mei 2020, berkesempatan bisa mengikuti IG Live yang diadakan oleh Rico Huang dan dihadiri oleh sekitar hampir 1.900 sd 2.000 orang yang join IG Live ini (termasuk beberapa Pengusaha lainnya seperti Pak Hermanto Tanoko) dan pastinya buat saya pribadi menambah inforamasi baru terkait personal Tomliwafa dan juga kisah dan pengalamannya. Menarik sekali!!!

Seperti biasanya, sebelum ke tulisan berikutnya mohon kalimat dibawah ini diperhatikan ya supaya tidak menjadi boomerang bagi saya pribadi karena ini catatan pribadi agar memudahkan saya mencari ulang jika sewaktu-waktu saya membutuhkannya.

“Disclaimer on: tulisan berikut ini adalah catatan pribadi (personal note) yang isinya kemungkinan ada bagian yang terlewati atau bahkan bisa saja keliru/ salah karena saya mencatatnya ketika IG LIVE sedang berlangsung. Jadi, kalau ada ditemukan bagian yang kurang berkenan mohon diinfokan segera kesaya agar saya revisi dan jika teman-teman mendapatkan manfaatnya, alhamdulillah“.

Sambil menyantap makan malam post-solat teraweh sembari menyedot pengalaman dan ilmu dari Tomliwafa

Cara menghasilkan uang lewat personal branding social media oleh Tomliwafa

Moderator: Bagaimana awal perjalanan usaha Tomliwafa?

Tomliwafa awalnya jauh sebelum ada marketplace besar di Indonesia seperti saat ini ada: Tokopedia, Shopee, JD.id, Bukalapak…dll. Dulunya sudah terbiasa jualan kecil-kecilan di platform Kaskus dan Dropshipper. Awalnyanya menjual apa saja yang bisa dijual lalu lantas karena aktif bermain band aliran metal di Surabaya, side job yang dikerjakan adalah bikin stiker musik dan band, design sendiri lalu dijual ketemen-temen, fans dan dipasarkan melalui Kaskus.

Setelah itu berkembang dari jualan stiker ke kaos oblong metal karena pasarnya ada dan cukup banyak di Surabaya. Tidak terlintas kedepannya ingin menjadi pengusaha seperti sekarang karena main jobnya yaitu: band metal. Pada suatu hari manggung acara event Metal bertemu dengan Mba Delta Hesti lalu lanjut menjadi pacarnya Tomliwafa, karena Hesti ingin sekali memulai usaha berjualan tas dan sepatu namun ada keterbatasan pengetahuan dan pengalaman apalagi Hesti hanya seorang lulusan SD saja maka Tomliwafa meminta agar Hesti bekerja dulu di Toko Baju Planet Surf Surabaya menjadi penjaga toko hal ini diperlukan agar kedepannya Hesti sudah memiliki basic knowledge dan sense untuk mengetahui produk sedang trend seperti apa.

Disaat yang sama orang tua Tomliwafa bekerja dikonveksi yang membuat sepatu dan tas perempuan. Sehingga, ketika dirasa sudah siap Hesti bisa meminta tolong kepada orang tua Tomliwafa agar mulai memproduksi sendiri. Waktu itu, orang tua Tomliwafa sempat bilang “yaudah kamu coba kasih model tas dan sepatu yang kaya apa supaya dicoba bikin disini” katanya.

Moderator: Katanya pernah rugi besar ya pas awal awal merintis usaha?

Iya, dulu waktu masih usaha kaos band metal itu pernah stok kaos begitu besar, kalau gak salah nilainya hampir 1 Milyar. Trus, momentnya gak tepat ternyata setelah stok sudah siap dijual, pasarnya sudah gak trend lagi. Jadi itu kaos gak bisa dijual. Rugi karena banyak kaos ngandon gak bisa saya jual. Karena kondisi inilah usaha kaos band metal saya tutup dan saya bergabung dengan Hesti untuk jualan tas dan sepatu perempuan. Pelan-pelan diperbesar. Pengalaman ini sangat berharga karena saya menjadi tau siklus produk dipasaran seperti apa matriksnya.

Moderator: Bikin sepatu dan tas itu dimana? apakah punya pabrik sendiri?

Bekerja sama denga berbagai macam home industri di Jawa Timur. Mengkaryakan konveksi kecil biasanya 1 tempat berisi 40 orang pekerja yang sudah biasa bikin tas dan sepatu perempuan. Awalnya dikenalkan dari koneksi orang tua dan relasinya.

Moderator: Sudah cukup lengkap ceritanya, sekarang masuk pembahasan tentang personal branding sesuai tema malam ini. Bagaimana sih cara bikin konten yang viral dan menarik?

Secara teknis viral marketing di social media itu sesuatu yang berbanding terbalik dengan logika akal pikiran normal manusia, khususnya di Indonesia. Kalau bisa mencari apa itu kontennya, gampang untuk menjadi viral. Apalagi budaya Indonesia ini netizennya terbagi menjadi dua: pro dan kontra jadi dikolom comments malah mereka yang beradu argumen benar tidaknya suatu konten. Contohnya: “bakar ribuan tas yang reject pabrik” itu kan tas gak bisa dipakai ngapain disumbangkan ke orang barang yang jelek kok dikasih keorang, nanti kan bisa merusak citra brand perusahaan. Hal ini padahal di luar negeri biasa saja kalau barang reject ya jangan dipakai jangan dijual, mau gak mau di bakar. Karena pola pikir Indonesia standard masih bilang sayang banget sih kenapa gak di sedekahin lah, sedangkan saya gak mau menurunkan kualitas. Nah, konten-konten kejadian luar biasa atau bikin konten yang berbanding dari logika ini bisa viral nantinya karena terjadi interaksi audience. Ada yang attack dan malah ada juga yang counter. Nah, malah jadi banyak komentar. Jadilah viral.

Moderator: Jadi konten viral itu karena isinya tidak rasional dan masuk diakal ya? ada yang lain gak?

Konten berisikan marketing empathy seperti campaign yang sedang berjalan sesuai isu covid-19 corona ini juga viral. Kegiatan bagi-bagi donasi dilapangan beramal juga lebih disukai dan bagusnya bisa meningkatkan reputasi perusahaan di mata masyarakat. Saat pandemi krisis seperti ini menurut Tomliwafa, budget Ads/ iklan bisa dialihkan sementara ke konten marketing empathy, jadi gak jualan barang dulu fokus kekegiatan beramal.

Paling penting harus jujur apa yang di show di sosial media dengan fakta. Jualan apa yang bagus, jualan yang lagi naik daun/ trend. Kalau sedang turun yang jangan maksa berjualan apalagi sampe maksa iklan.

Moderator: Bagaimana sih cara jualan biar laris dan laku kaya Handmadeshoesby?

Orang itu beli produk itu karena STORY.

Ciptakan rasa seperti dibikin takut (fearness) kalau gak beli ini bisa jadi sakit lohhh. Contohnya barusan saya “jualan masker” storynya adalah:
– story awalnya dibangun ekosistem dulu
– bikin story: bahwa kondisi corona ini sangat berbahaya dan pengusaha bisnis drop jadi mulai shifting produk
– akhirnya follower banyak ikutin
– akhirnya semua ikut jualin maskernya

Jadilah masker ribuan terbuang ke pasarrrrrrr πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

Moderator: Seberapa penting personal branding untuk handmadeshoesby ?

Menurut Tomliwafa, dengan personal branding memudahkan gerak-geriknya. Dengan personal branding dan membuat konten yang bermanfaat menciptakan networking lebih luas kepada siapapun jadi tipsnya bikin content jangan memikirkan follower dan materinya dulu. Fokus kepada apa yang bisa diberikan kepada masyarakat.

Dengan keberhasilan personal branding melalui digital marketing contoh yang gampang terjadi justru pabrik besar banyak yang approach kepada Tomliwafa untuk bekerjasama. Karena sudah terbangun rasa kepercayaan!!! Bahkan pabrik besar yang luasnya berhektar-hektar banyak menawarkan: “kalau mau bikin ruangan khusus divisi R&D, divisi Inovasi, silakan mas”. Sudah sampai segitunya…

Cerita kelebihannya lainnya personal branding, ketika Tomliwafa di daerah pelosok daerah di Jawa itu nama tomliwafa sudah dipercaya. Padahal disana banyak juragan-juragan besar pemilik pabrik bahan, konveksi tas dan sepatu itu sudah menyiapkan “karpet merah” ibaratnya datang ke pabrik besar berhektar-hektar itu karena sudah kenal dan tau siapa Tomliwafa mereka berani kasih pembayaran mundur 1 sd 2 bulan, gak pake DP.

Bayangkan kekuatan Digital Marketing dari Personal Branding.

Moderator: Karena sudah hampir 1 jam dan sebentar lagi akan closing, pesan dari Tomliwafa apa?

Pesan buat teman-teman pengusaha “lakukan saja apapun jika itu benar dan baik entah nanti ada yang tidak, suka jangan pedulikan. Bagi yang mau jadi pengusaha? Just do it”.

Mulailah untuk sharing konten yang bermanfaat dan dibuat itu seusai dengan apa yang diresahkan, dari hati dan jujur.

Sekian isi pembahasan IG LiveΒ Cara menghasilkan uang lewat personal branding social media oleh Tomliwafa

Terima kasih atas perhatiannya ya, semoga bermanfaat πŸ™‚

 

Pastikan Kamu join Komunitas Digital Marketing dan Bisnis Online, SB1M

 

 

 

 

 

 

 

Silakan daftar disini: πŸ‘‰ https://bit.ly/2xanBJ2

Terima kasih!!!

Author: Rafian Noor

Digitalpreneur | Digital Nomad | Digital enthusiasticDescription: - Ingin Mahir Internet Marketing? - Ingin dapat income dari Internet Marketing? - Ingin dapat Ilmu GRATIS Internet Marketing selama 3 tahun nonstop GRATIS?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *