Ini nih tata cara umroh sesuai sunah

Dengan perkembangan teknologi, informasi saat ini sangat mudah dicari. Sebaik-baiknya informasi adalah yang benar (read muslim: sahih) dan valid. Kalau di dalam Islam, segala macam kegiatan mulai dari tidur-makan-bekerja-beribadah…dll sudah diatur sedemikian rupanya dan sesuai dengan kapasitas kemampuan masing-masing, jangan dipaksakan ya.

Termasuk juga dengan tata cara umroh ini walaupun dari pihak biro travel menyediakan panduannya, lebih baik di cross check lagi kebenarannya, apakah sudah sesuai dengan ajaran (tentunya ajaran Nabi Muhammad SAW).

Berikut adalah tata cara umroh yang sahih dan ternyata sangat sederhana tidak berbelit-belit;

RUKUN UMROH

  • Berihram
  • Thowaf
  • Sa’i
  • Tahalul

IHRAM MIQOT + THOWAF

  1. Aktivitas umroh ini adalah bertamu kemasjid Allah SWT, sangat dianjurkan sebelum berangkat untuk berbenah diri terlebih dulu. Sebagai contohnya: melakukan adab-adab membersihkan tubuh dari noda dan najis dengan cara mandi besar untuk memastikan seluruh badan tercover oleh air, memotong kuku, mencukur bulu (ketiak, kemaluan…dll), merapikan kumis dan menggunakan non-alkohol parfume terbaik.
  2. Menggunakan pakaian ihrom; laki laku 2 lembar kain tidak berjahit dan wanita baju muslimah yang disyariatkan (tidak boleh menutup wajah dan sarung tangan.
  3. Berihram dari miqat dan mengucapkan niat: “labbaik umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu menunaikan umrah). Bacaan ini disebut juga dengan Talbiah Umroh.
  4.  Kalau takut dan ada perasaan was-was ketika umroh terjadi penghalan, spt: mens, sakit…dll. Maka diperbolehkan untuk membaca ““Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku). Maka dengan membaca ini apabila kejadian, maka diperbolehkan untuk menyempurnakan -umroh & hajinya- hingga tahalul. Tanpa membayar DAM (1 ekor kambing).
  5. Jika bertepatan dengan shalat wajib, maka utamakan shalat wajib. Baru berihram.
  6. Setelah mengucapkan talbiah umrah (nomor 3), maka dilanjutkan untuk membaca ini hingga tiba di Mekah. Laki dianjurkan suara besar dan perempuan cukup rintihan saja. “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).
  7. Dianjurkan sebelum masuk kota Mekah untuk mandi (jika memungkinkan).
  8. Masuk masjid dengan kaki kanan dan membaca; “Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).
  9. Ketika kearah Hajar Aswad dan menghadapnya bacalah “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu usap menggunakan tangan kanan dan ciumlah. Jika tidak bisa menciumnya, cukup diusap dan mencium tangan yang digunakan untuk mengusap batu ini. Jika tidak bisa juga,  cukup beri isyarat saja dengan tangan kanan (lambaian) tapi tidak perlu mencium tangan lagi. Dilakukan disetiap putaran thawaf.
  10. Lalu, mulai thawaf dari Hajar Aswad dan akan berakhir di Hajar Aswad juga. Total 7 putaran. Ada sunah yang bisa dilakukan yaitu; berlari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa 4 putaran akhir.
  11. Disunahkan mengusap Rukun Yamani, jika tidak bisa cukup beri isyarat tangan saja (tidak dianjurkan untuk menciumnya).
  12. Antara Rukun Yamani –> Hajar Aswad, bacalah doa ini: “Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar”.
  13. Tidak ada zikir atau bacaan khusus sewaktu thawaf. Selain nomor 12. Selama thawaf boleh membaca doa apapun, termasuk membaca Alquran/ Zikir/ Doa.
  14. Selesai thawaf, total 7x putaran, maka lakukanlah menutup pundak dan menuju ke Maqom Ibrahim dan membaca: “Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla”.
  15. Lalu, setelah membacanya lakukanlah shalat sunnah thawaf di belakang Maqom Ibrahim. Bacaan shalatnya adalah rakaat pertama; Al fatihah + Al Kafirun dan rakaat kedua; Al fatihah + Al Ikhlas.
  16. Lalu, disunahkan untuk meminum air zam zam.
  17. Lalu, kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, mengusap dan menciumnya jika memungkinkan. Jika tidak, cukup beri isyarat saja.

SA’I

  1. Setelah melakukan thawaf, menuju kearah bukit Shafa dan membaca; “Innash shafaa wal marwata min sya’airillah” dan dilanjutkan “Nabda-u bimaa bada-allah bih”.
  2. Naik keatas bukit Shafa, dan menghadap kearah Kabah dan melihatnya jika memungkinkan dan membaca:

    https://rumaysho.com/2654-tata-cara-pelaksanaan-umrah333.html
  3. Bacaan diatas diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.
  4. Lalu turun dari bukit Shafa ke Marwah.
  5. Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang beada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki, lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.
  6. Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir pada no. 19 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki, perjalanan (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu putaran.
  7. Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran.
  8. Lakukanlah hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwah.
  9. Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.
  10. Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), tidaklah mengapa  karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.
  11. Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.
  12. Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.

Sumber: Rumaysho, Gambar: Alqutubhajj

 

Author: Rafian Noor

Digitalpreneur | Digital Nomad | Digital enthusiasticDescription: - Ingin Mahir Internet Marketing? - Ingin dapat income dari Internet Marketing? - Ingin dapat Ilmu GRATIS Internet Marketing selama 3 tahun nonstop GRATIS?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *