Kajian Sabtu Ustadz Dr. Ahmad Shodiq LC, MA – Kenapa dia kaya dan aku tidak?

Kajian Sabtu Ustadz Dr. Ahmad Shodiq LC, MA – Kenapa dia kaya dan aku tidak? 

Pada tanggal 14 Desember 2019, alhamdulillah berkesempatan untuk dapat hadir mendengarkan kajian dari Ustadz Syafiq Basalamah yang kebetulan diadakan di Masjid Kebayoran Bintaro.

“Disclaimer on: tulisan berikut ini adalah catatan pribadi (note taking) dari saya yang kemungkinan ada bagian yang terlewati atau salah karena saya mencatatnya ketika Ustadz menjelaskan. Jadi, kalau ada ditemukan bagian yang kurang mohon diinfokan”.

BAGIAN 1 : MATERI KAJIAN

Allah SWT telah menanamkan fitrah cinta dunia didalam hati setiap manusia “zinatul hayatid dunya atau mencintai perhiasan dunia” atau “hubbud dunya atau cinta kehidupan di dunia”.
Ada beberapa perhiasan dunia yang dikategorikan Allah SWT didalam Al-Quran bahwasanya setiap hati manusia diberikan kecintaan terhadap sbb:
  1. Perempuan (an-nisa),
  2. Anak-anak (al-banin),
  3. Kekayaan harta benda seperti mobil, motor, jam tangan mewah, rumah dan emas, kedudukan lebih tinggi lebih mewah lebih mahal (wal muqontoroti mina dzahabi wal fiddoh),
  4. Binatang ternak dan piaran (wal-anam)
  5. Tanaman (wal-hars)

Hal-hal yang demikian itulah disebutkan Allah SWT “zalikal mata’u dunya” yaitu adalah perhiasan dan kenikmatan hidup didunia). Dan Allah SWT melanjutkannya “Wallahu indahu husnul ma’ab” sedangkan tempat yang paling indah sejatinya nanti berada di sisi Allah kelak pada hari kiamat.

Nabi Muhammad SAW menyampaikan:

Aku tidak takut jika kalian berada didalam kondisi kemiskinan, yang aku takutkan adalah ketika DUNIA ini dibentangkan untuk kalian“.

Beberapa abad yang lalu kalimat diatas di ucapkan oleh seorang manusia yang pada jamannya teknologi dan ilmu pengetahuan sangat terbatas. Lalu, apa arti kalimat diatas sehingga Nabi Muhammad SAW bisa mengatakannya? Dulu kala hidup seorang raja sekaliber Firaun, raja yang hampir memiliki semua yang ada di dunia. Akan tetapi Firau tetap tidak mampu merasakan kehidupan layaknya jaman sekarang. Pada jaman sekarang semiskinnya kehidupan seorang manusia tetap bisa merasakan hal-hal demikian:
  • Bisa merasakan makanan atau minuman dingin padahal kondisi musim masih dalam cuaca yang panas menggunakan teknologi bernama kulkas
  • Bisa merasakan sejuk dan adem padahal masih musim panas menggunakan mesin bernama AC
  • Bisa merasakan cepatnya berpindah-pindah waktu dan tempat dengan menggunakan alat transportasi seperti pesawat, mobil, motor dan kapal laut

Dahulu kala pada jaman kehidupan Firaun yang serba ada dan serba mewah walaupun dia adalah seorang raja besar, kalau kondisi musim panas ya dia tetap merasakan udara yang panas. Jika ingin bepergian kemana-mana tetap merasakan lama prosesnya perjalanan karena menggunakan kuda dan atau unta bahkan Firau tidak dapat merasakan sejuknya meminum air es yang dingin pada saat kehausan ditengah padang pasir. Maka, itulah terjemahan visual dari kalimat yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW diatas, “dibentangkan dunia dihadapan mata manusia” itulah yang menjadikan nabi ketakutan melebihi rasa takutnya jika seseorang berada dalam keadaan miskin.

Teknologi dan mesin-mesin yang ada pada jaman sekarang inilah yang manusia mati-matian mengejarnya, memperebutkannya, membelinya dan memilikinya. Saking sibuknya terus menerus tidak ada habisnya sehingga melupakan Allah SWT disetiap waktunya dan setiap harinya didalam hatinya di isi dengan cintanya terhadap dunia, dunia dan dunia.
Allah SWT melihat kondisi kehidupan manusia tersebut didalam surah As Syura-Ayat 12, terkait hikmah: Kenapa ada manusia yang diciptakan kaya dan ada yang miskin? ada sehat ada sakit? ada kuat gagah perkasa dan lemah? “Lahu Maqoidu Samai wal Ard”. Artinya: miliknyalah apa yang ada di langit dan dibumi. Hikmahnya adalah segalanya milik Allah bukan milik manusia. Allah lebih tau pantasnya seorang manusia itu kaya atau miskin. Masalah rezki ini didalam Al Quran Al Isro ayat 30: disebutkan “Allah membentangkan rezki kepada yang dikehendakinya dan Allah TAKAR untuk manusia yang lainnya. Kehidupan dunia ini padahal adalah kenikmatan yang sangat sedikit, dan mereka malah membanggakannya dan Allah Maha Mengetahui setiap hal yang terjadi”. “Allahu yabsutu rizqo liman yasa”.
Surat Al Qosos Ayat 82: Allah bercerita tentang hidupnya Qorun, bagaimana mewahnya Qorun pada saat itu, bukan emasnya bukan uangnya tetapi KUNCI RUMAHNYA yang dibanggakannya karena terbuat dari emas dan dipikul oleh 70 orang manusia. Berlimpah, mewah, megah dan sangat gemerlap. Liat apa hikmahnya dimata Allah SWT. Qorun mengatakan: INI HASIL KERJAKU. Sementara manusia lainnya melihatnya: YAROBB, Indahnya hidup si Qorun. Akibat kesombongan Qorun maka Allah belah tanah dan tenggelamkan Qorun dan apa yang dimilikinya. Dan setelahnya Allah jadikan hidup Qorun menjadi hikmah untuk manusia generasi lainnya didalam Alquran dikatakan: Rezki manusia adalah urusan Allah, diluaskan atau disempitkan. Banyaknya harta bukanlah tanda cintanya Allah kepadamu! lalu bagaimana si Qorun? bagaimana si Firaun? Allah tidak pernah melihat dan menilai itu semua. Allah melihat ketakwaanmu kepada Allah SWT lebih tinggi nilainya daripada harta bendamu.
Lalu, kenapa pembagian rezki seseorang lebih luas dan lainnya lebih sempit? jawabannya adalah UJIAN. Agar menjadi ibroh dan hikmah untuk manusia yang lainnya supaya apa? supaya sadar dan semakin meingkatkan sukur, sabar dan takwa kepada Allah SWT semata. Agar manusia bisa melihat bahwasanya rezki yang diluaskan Allah kepada manusia yang lainnya itu bukan karena Allah lebih sayang atau lebih cinta tetapi agar KAMU semakin takwa kepada Allah. Padahal yang dikehendaki oleh Allah SWT adalah saling memberikan manfaat dan saling berbuat baik. Ada manusia yang lemah tetapi rezki harta dilebihkan ada manusia yang diberikan kekuatan badan agar dapat membantu yang lainnya. Orang kaya harta diperintahkan Allah untuk berzakat, sedekah dan infaq (suka berbagi kepada masyarakat). Karena zakat dan sedekah adalah BUKTI bahwa kalian bertakwa dan fokus kehidupan akhirat. Kenyataannya sangat sedikit sekali orang kaya raya memiliki sifat bertakwa kepada Allah SWT (Qorun dan Firaun). Dan sangat sedikit sekali orang kuat dan tegar membantu orang lain.
Sikap bagi yang miskin bagaimana?
  1. adalah jangan terlalu mendongak dan melihat keatas. Lihatlah kepada orang yang berada dibawah, lebih pantas dan tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada kalian. Karena sejatinya setiap pemberian Allah SWT adalah karunia dan nikmat yang patut di sukuri. “Lain sakartum laa zidanakum” jika kalian bersukur maka akan kutambahi nikmatku kepadamu. FAKTANYA jaman sekarang materialisme dijunjung tinggi sehingga menjadi orang miskin menjadi beratttt sekali. Orang yang kaya tidak ingin berkumpul dengan orang miskin. Tetap tegar hati dan jaga hati agar mencari ridho dan takwa kepada Allah.
  2. adalah selalu Berhusnu Zon kepada Allah dan selalu bekerja dan berusaha. Karena ada manusia yang selalu diberikan ujian dan cobaan setiap bekerja dan usaha selalu rugi dan tidak berhasil. Tetap jaga hati selalu berpikir positif kepada Allah dan luruskan niat bekerja dan berusaha adalah untuk memberikan nafkah kepada keluarganya dan niatkan mendapatkan ridho Allah. Karena setiap kaki keluar rumah untuk bekerja dengan niat untuk nafkah keluarganya maka ada pahala yang besar dari Allah (Fa huw fii sabilillah). Tetapi jika sebaliknya, keluar rumah, kerja, usaha hanya untuk pamer / riya pamer kendaraan/ kekayaan untuk berbangga-bangga, maka bukan jalan Allah (fii sabili syaithon).

BAGIAN 2 : SESI TANYA JAWAB

Bagaimana mencari pasangan/ jodoh?

  • Calon suami: agama baik (melakukan dan mendirikan kewajiban) dan akhlaknya mulia, baik.
  • Calon istri: ada empat yaitu: wajahnya, pendidikannya, ekonomi dan agamanya. Maka carilah calon istri yang agamanya baik

Mendidik anak perempuan istimewa?

– Sekolah dengan baik, dirawat dengan baik maka jika nanti dia menikah dan berbuat baik maka akan memberikanmu surga. Walaupun tanggung jawab orang tua selesai disaat anak menikah. Surga dan neraka seorang istri ada ditangan SUAMINYA. Tugas utama seorang istri adalah mulia yaitu: mencetak generasi anak anak menjadi orang yang bertakwa, menjaga anak dengan kasih sayang dan cinta.
– Jika anak laki laki, maka seluruh hidupnya wajib menafkahi orang tuanya, istrinya dan anak-anaknya. Surga dan neraka ada ditangan anak laki-laki. Wajih menenangkan istrinya, mengganti posisi ayahnya, memberinya semangat, menyenangi hatinya, memuji istrinya.
Hijrah dari keburukan, bagaimana?
Sadari dulu bahwasanya berat dan susah sekali menghindari keburukan dijaman sekarang. Fitnah dimana-mana. Apalagi untuk anak remaja SMP, SMA dan Kuliah sangat berat menghindari fitnah-fitnah. Sekolah campur laki dan perempuan, slaing goda saling suka, seka bebas. Lalu bagaimana? study banding pelajari bagaimana islam membangun sebuah peradaban. Mendidik anak-anaknya. Lihat bagaimana sekolah dulu dibangun Belanda/ Kanisius dan Tarakanita, isinya semuanya perempuan. Di Malaysia ada sekolah dibangun oleh Inggris tahun 1900 sampai sekarang isinya hanya laki-laki. Apa maksudnya? agar anak-anak serius sekolah dan belajar tidak memikirkan masalah dan urusan cinta.
Anak kerja di Bank Konvensional dan orang tua sudah sadar bahwasanya ini riba, bagaimana?
Yang pertama orang tua harus kuat dan teguh bahwasanya anak ingin dijadikan anak yang soleh dan bertakwa kepada Allah, lalu panggil anaknya dan tumbuhkan dulu dihati anak tentang rezki Allah SWT dari dia bayi hingga dewasa segala keperluan dan kebutuhannya tidak perlu khawatir dicukupkan Allah melalui rezki disekitarnya. Maka, untuk hal mendapatkan rezki dari Allah dari gaji bank Konvensional maka tinggalkanlah karena itu hal yang dibenci Allah dan Rosulnya.
Orang kaya bersedekah, bagaimana orang miskin bersedekah?
Bab sedekah luas sekali, sedekah bukan hanya tentang uang saja. Senyum sedekah, membantu orang lain sedekah, bahkan menggauli istri pun sedekah. Maka, bersedekahlah dan perbanyak zikir, amalan soleh. Jika orang miskin ingin membangun masjid bersedekah kepada yatim dan miskin, maka NIATLAH kepada Allah SWT. Insya Allah suatu saat Allah jadikan. Dengan niat yang jujur dan benar.
Saya ingin berhijrah tetapi berat sekali pertentangan dari keluarga. Dan juga kenapa dalam situasi saya semangat hijrah dan mulai tumbuh rasa cinta kepada Allah pada saat itulah masalah datang kepada saya bertubi-tubi, kenapa dan bagaimana?
Hijrah tidak gampang saudara-saudara, ketika kalian beritikad ingin kembali ke jalan Allah SWT, maka ujian dan cobaan akan datang menemuimu.
Ingat cerita Ashabul Ukhdud, seorang gulam menyingkirkan binatang ditengah jalan agar orang bisa lalu-lalang. Lalu seorang menghampirinya dan berkata: Persiapkanlah dirimu karena sebentar lagi ujian berat akan datang kepadamu persiapkan dengan ucapan: Hasbiyallah wa nikmal wakil.
Ingat ujian Nabi Ibrohim yang akan dibakar oleh raja namrud, nabi ibrohim ditelanjangi didepan manusia hingga Malaikat Jibril pun menawarkan pertolongan kepadanya, wahai Jibril perintahkan kepadaku sesuatu. Nabi Ibrohim hanya mengatakan: Hasbiallah wa nikmal wakill. Cukuplah Allah yang akan membantuku. Maka Allah turunkan hujan, dan bekukan api menjadi dingin.
Tidak cukup sampai disini saja, nabi Ibrohim diuji lagi oleh Allah, istrinya tidak dapat mengandung Anaknya hinggan beratus tahun lamanya. Ibrahim tetap berteguh cukuplah Allah menjadi pertolongan, maka dijadikanlah istrinya mengandung anaknya. Lalu, allah uji lagi ibrohim dilarang bertemu anaknya diminta Ibrohim untuk meninggalkan istri dan anaknya ditengah padang pasir.
Masalah bertubi-tubi datangnya dari Allah adalah tanda Allah sayang dan cinta kepadamu, Allah sedang bersih bersih diri kalian. Allah sedang mentrain hati dan jiwa kalian, apakah bersukur dan bersabar? Karena tidak ada sesuatu yang dikaruniai oleh hal yang besar melainkan KESABARAN jika kalian bisa memperolehnya, maka cukup sudah. Tunggu saja ajalmu dan surga akan menghampirimu. Karena kesabaranmu akan memberikanmu keindahan dihari akhiratnya.

Kaya bersukur atau miskin bersabar?

Bedanya hanya orang miskin lebih dulu saja hasil hisabnya dan masuk kedalam surga dibandingkan orang yang kaya memiliki banyak hal dipertanggung jawabkannya. Tetapi perlu diingat surga memiliki 100 tingkatan yang mana jarak antara satu surga dengan surga yang lainnya adalah seperti langit dan bumi, maka berharaplah kepada Allah surga firdaus, tertinggi.
Dokumentasi Foto:

Author: Rafian Noor

Digitalpreneur | Digital Nomad | Digital enthusiasticDescription: - Ingin Mahir Internet Marketing? - Ingin dapat income dari Internet Marketing? - Ingin dapat Ilmu GRATIS Internet Marketing selama 3 tahun nonstop GRATIS?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *