Kajian Sabtu Ustadz Tengku Zulkarnain – kisah Buya Hamka dan Imam Hambali

Kajian Sabtu Ustadz Tengku Zulkarnain – kisah Buya Hamka dan Imam Hambali

Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dan mengikuti kajian. Maka mendapatkan ganjaran “berjihad di Jalan Allah SWT”.

Kajian Sabtu Ustadz Tengku Zulkarnain - kisah Buya Hamka dan Imam Hambali
Surat annisa ayat 135: wahai orang yang beriman, jin dan manusia, jadikanlah dirimu umat / bangsa terbaik yang diciptakan oleh Allah. Maka, perintahkanlah kepada manusia lain untuk berbuat baik (sesuai ajaran allah dan rasul) dan jauhi larangannya.
Jadilah/ kerjakanlah dirimu untuk mejadi umat yang terbaik. Artinya ini adalah kata kerja. Bergerak untuk menjadi diri yang baik untuk orang lain, bermanfaat bagi yang lainnya.
Dahulu kala, ada nabi berama Sam’un memiliki istri bernama Dalilah. Adalah nabi yang sepanjang sejarah hidupnya tidak memiliki pengikut bahkan istrinya sendiri tidak mau beriman kepada Allah.
Di Indonesia, ketika semua berjuang untuk kemerdekaan maka semuanya bergerak untuk berjuang. Ketika menang dan satu persatu diberikan Jabatan. Maka kebanyakan dari mereka lupa tujuan perjuangan. Ada yang diangkat menjadi Bupati, Gubernur dan Mentri. Masing masing mereka berlomba untuk memperkaya diri sendiri, mencuri, berbuat jahat kepada rakyat kecil. Melupakan perjuangan. Yang masih teguh terhadap kemerdekaan dan loyal dianggap tidak sejalan disingkirkan, dipenjarakan. Dengan alasan “Kita sudah merdeka, berbeda…”. Banyak dari pahlawan kita mengundurkan diri dan menjauhkan diri mereka dari kezoliman.
Ulama bernama Imam Hambali selama hidupnya di fitnah oleh pemerintah, dipenjara dan setiap jumat di hukum cambuk badannya didepan orang banyak dibuka baju auratnya hanya pakai celana saja, seketika cambukan kena tali celananya dan maka terbukalah auratnya maka berteriaklah Imam hambali dan berdoa kepada Allah: “selama aku hidup tidak pernah aku membuka auratku, dan sekarang auratku dilihat oleh rakyat. Bagaimana nanti nasibku di akhirta ketika engkau akan mengadiliku ya Allah. Sambil menangis.”
Sementara dirinya bersimbah darah. Setiap jumat dicambuk. Terkait hukuman cambuk ini ternyata orang Arab sangat ahli mencambuk dan hukuman ini dipilih karena setiap cambukan di tubuh tidak akan hilang bekasnya selama-lamanya. Jadi hukuman permanen yang ditinggalkan ditubuhnya.
Apa salah Imam Hambali? cuman 1: tidak mau menjilat pemerintah yang berkuasa. Maka difitnahlah Imam Hambali dan ditangkap.
Mendengar hal ini, menurut kisah Imam Syafei yang mendengar hal ini mengirimkan utusan untuk menemui Imam Hambali didalam penjara untuk menyampaikan salam dan beberapa nasehat untuk tetap istiqomah. Lalu, utusan tsb meminta baju Imam Hambali yang dipakainya masih basah bersimbah darah itu diganti dengan baru lalu dibaju yang masih ada darah Imam Hambali dikirimkan kepada Imam Syafei karena memang beliau memintanya. Apa yang dilakukan Imam Syafei, baju tsb di peras darahnya lalu diminumnya sebagai penghormatan atas pengorbanan ulama besar sekaliber Imam Hambali.
Menurut kisah, anak kandung Imam Hambali sekaligus juga salah satu muridnya juga. Bercerita selama hidupnya Imam Hambali tidak pernah mau makan ikan yang diambil dari sungai Ifrot (sungai terbesar di Baghdad). Aku tidak mau dan berani bertanya karena ini adalah adab untuku sebagai anak. Ketika Imam Hambali sakit dan aku khawatir akan wafat maka aku beranikanlah untuk bertanya, maka sbb: “Wahai Ayah kenapa engkau tidak mau memakan ikan sungai yang diambil dari sungai Ifrot? Sedangkan ikan laut engkau mau dan lahap memakannya. Imam Hambali menjawab: Ikan dari sungai sangat sehat, besar dan dagingnya sangat gemuk. Aku perhatikan ikan tersebut diberi makan dari sisa-sisa makanan dan roti dari para pejabat pemerintah yang berkuasa. Yang aku ketahui pejabat berkuasa saat ini sangat zolim dan tidaj beriman kepada Allah, maka aku mengindari diriku dari memakan ikan yang makan dari sisa sisa makan pejabat berkuasa”.
Lalu, pada jaman rezim SOEKARNO, apa kurangnya rezim Soekarno, ulama ulama dan partai ulama yang adil berkubu kepada Soerkarno, semuanya merapat. Akan tetapi, tetap saja tidak kuat dengan rezim lainnya PKI. Pada saat rezim tsb ada ulama bernama BUYA HAMKA yang dipenjara oleh penguasa pejabat dan saat itu Soekarno mulai ingin dijatuhkan dilengserkan. Buya Hamka selama 2 tahun dipenjara tidak diberikan air minum sehingga beliau meminum air kencingnya sendiri. Tatkala Soekarno sakit menuliskan surat dan wasiat kepada anaknya, “Jika aku meninggal dunia pilihlah Buya Hamka yang menshalatkan jenazahku”.
Dahulu kala pada zamannya nabi Musa AS, ada seseorang pembawa koper yaitu asisten nabi Musa yang jika nabi Musa kemana pun selaku ikut nabi Musa. Suatu ketika orang ini meminta kepada nabi Musa As untuk mendoakannya kepada Allah SWT agar menjadikan dirinya kaya raya. Nabi Musa pun melihat kondisinya yang memang ditemukannya dalam kondisi sangat miskin akan tetapi jika diberikan kekayaan nampaknya tidak akan kuat menanggungnya. Maka Nabi Musa pun menolaknya agar mendoakan dirinya menjadi kaya raya. Akan tetapi asistennya ini selalu meminta minta sehingga nabi Musa AS pun merasa kasihan dan kesabarannya pun telah habis, lalu berdoalah nabi Musa kepada Allah agar mau memberikan harta untuknya. Ketika Allah mengabulkannya dan memberikan harta yang sangat berlimpah ternyata benar dugaan Nabi Musa orang ini dinilainya “tidak bakat jadi orang kaya raya”, lantas orang ini bertindak diluar batas, pelit dan sangat sombong sehingga Allah menenggelamkannya dan menghancurkan semua haryanya kedalam tanah. Nama pembantu Nabi Musa ini adalah QORUN. Allah maha tahu apakah engkau berbakat menjadi orang kaya atau tidak. Maka bertakwalah kepada Allah. Dan nilai dirimu sendiri apabila diberikan Allah harta apakah akan mendekatkan dirimu kepada Allah? Atau malah menjauhinya…

Author: Rafian Noor

Digitalpreneur | Digital Nomad | Digital enthusiasticDescription: - Ingin Mahir Internet Marketing? - Ingin dapat income dari Internet Marketing? - Ingin dapat Ilmu GRATIS Internet Marketing selama 3 tahun nonstop GRATIS?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *