Kajian Sabtu Ustadz Donny Amir Atjeh – Bulan Ramadhan BUKAN Bulan Puasa (nah loh…ayo dibaca ya)

Kajian Sabtu Ustadz Donny Amir Atjeh bertemakan BULAN RAMADHAN BUKAN BULAN PUASA.

Pada tanggal 18 April 2020, walhamdulillah ditengah situasi pandemik covid-19 corona ini tidak menyurutkan niat dan kegiatan mulia pengajian bulanan yang rutin diadakan oleh AFFZA. Sebelum isi kajian dari tema diatas saya parafrase di artikel ini saya turut mengucapkan rasa sedih atas wabah pandemi yang masih berada disekitar kita, setiap harinya jumlah angka orang yang positif covid-19 terus bertambah dan sudah menyebar diseluruh bumi Indonesia.
Saya juga berpesan agar kita semua dapat menjaga diri dan keluarga agar selalu berhati-hati dan disiplin dirumah saja. Semoga Allah SWT segera menghapus virus ini dan segera menggantikannya dengan kondisi sediakala dan lebih baik.
Tentang pandemi covid-19 corona, Mukesh Kwatra bilang begini: “Pandemics are earth cleanser” dan “A renewed and Pandemic cleansed Earth will emerge, like the Sun after rain.” Saya jadikan quotes ini sebagai sisi positif yang dapat saya ambil karena bagaimana pun juga hanya rasa senang, rasa bahagialah yang akan mampu membawa manusia bertahan melalui wabah corona ini. Karena rasa itu mampu menghadirkan dan membuat imun didalam tubuh manusia lebih banyak dan lebih kuat sehingga bisa menangkis serangan virus corona. Dan rasa senang, rasa bahagia ini tidak akan bisa datang dengan sendirinya diperlukan trigger khusus yaitu berasal dari: RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT.
“Disclaimer on: tulisan berikut ini adalah catatan pribadi (note taking) dari saya yang kemungkinan ada bagian yang terlewati atau salah karena saya mencatatnya ketika Ustadz menjelaskan. Jadi, kalau ada ditemukan bagian yang kurang mohon diinfokan”.
Kajian menggunakan aplikasi Zoom Meeting
Pertanyaan besar: Bagaimana bisa bulan ramadhan BUKAN bulan puasa?
Disampaikan oleh Ustadz Donny, bahwasanya untuk menerangkan tema diatas khususnya kata BUKAN dengan tiga points dibawah ini. Sehingga dari sinilah kita bisa membuka cakrawala pemahaman sebagai bentuk persiapan menuju bulan ramadhan dan dari tiga points inilah kita mampu mengambil ibroh, pelajaran yang sangat berarti.

I. INTI TUJUAN RAMADHAN ADALAH TADABBUR AL-QURAN

II. BULAN RAMADHAN MERUPAKAN BULAN PROKLAMASI UMAT ISLAM

III. RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT ADALAH HARAPAN UTAMA YANG DIINGINKAN

Pembahasan point 1 : Tujuan Utama Ramadhan adalah tadabbur Al-Quran
Cerita ini terjadi pada tahun 1960, yaitu Habib Burquibah adalah presiden pertama dan sekaligus presiden dengan masa jabatan terlama untuk Tunisia, 1957-1987. Pada waktu ini, situasi di Tunisia sedang dalam proses pembangunan dan ingin membentuk negara yang berkembang, maju dari segi ekonomi dan teknologi. Diceritakanlah, hampir semua level pemangku jabatan bersemangat dalam bekerja. Hingga datanglah bulan suci ramadhan. Dikarenakan rasa khawatir yang berlebihan Presiden Burquibah berpikir agar ketika datang bulan ramadhan diperintahkan agar tidak usah berpuasa untuk masyarakat di Tunisia, pemikiran ini dia putuskan karena takut ketika berpuasa, kondisi tidak makan dan minum akan membuat jajaran staffnya lemah dan membuat kendor semangat kerjanya sehingga pembangunan Tunisia tidak stabil dan akan terhambat. Untuk itulah, presiden pun meminta agar ulama besar yang sangat berpengaruh dan dihormati di Tunisia, Syeikh Ibn Ashur, diminta agar membuat announcement official kepada masyarakat dan mengimbau agar bulan ramadhan tidak usah berpuasa dikarenakan kondisi negara yang sedang dalam proses pembangunan.

Apa yang terjadi? Ketika Syeikh berdiri dihadapan masyarakat membacakan ayat Al-Quran yaitu:Surat Al-Baqarah Ayat 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Surat Al-Baqarah Ayat 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Referensi: Tentang Perintah Puasa Ramadhan:

Hal ini pun lantas membuat presiden marah dan mencopot jabatan syeikh ini sebagai Ulama Besar Negara Tunisia sehingga beliau beberapa tahun kemudian meninggal dunia.

Cerita tersebut diatas jika ditelaah lebih jauh didalam pengajian ini saya membandingkan Tunisia dari beberapa negara arab lainnya kondisi Tunisia ini ternyata tidak terlalu maju. Dan sampai sekarang tidak menjadi negara yang makmur apalagi dibandingkan negara Qatar yang baru berdiri dan menjadikan Al-Quran sebagai pondasi negaranya, ternyata menjadi negara yang kaya dan makmur. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa hukum Allah SWT ternyata memerintahkan untuk berpuasa di bulan ramadhan selain mendapatkan pahala/ rewards tentu ada kebaikan untuk diri kita.

Balik lagi kepoint pertama, kenapa ramadhan adalah bulan untuk mempelajari Al-Quran karena pada ayat yang disebutkan oleh Syeikh besar Tunisia diatas bahwasanya: bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Jika Allah memerintahkan manusia untuk melakukan ibadah haji ke baitullah tidak menyebutkan kota Mekah itu artinya seandainya Allah SWT memindahkan rumahnya (baitullah) ke Jakarta maka kota Mekah bukanlah lagi menjadi tujuan utama orang ibadah haji.

Sedangkan untuk ibadah ramadhan, diperintahkannya kita untuk berpuasa selama satu bulan penuh adalah untuk mempelajari, mengkaji dan tadabbur AL-QURAN sebagai inti dari ibadah ramadhan. Sehingga sangat disayangkan jika ramadhan hanya diartikan sebagai tidak makan dan tidak minum saja.

Pembahasan point 2 : Bulan Ramadhan adalah bulan proklamasi umat Islam
Dahulu, sebelum diturunkannya Nabi Muhammad SAW para nabi-nabi sudah terbiasa melakukan ibadah puasa. Ada yang 3 hari ada yang beberapa kali dalam seminggu, sebulan atau setahun. Umat yang melakukan puasa ini pun beraneka ragam macamnya berasal dari ahli kitab yaitu orang yang menguasai kitab dari kalangan bani israil dan nasrani. Sampai disini kita menjadi tau ternyata amalan puasa dan ramadhan itu berbeda, pada jaman nabi sebelum hijrah dahulu kala sahabat nabi sudah terbiasa melakukan puasa seperti halnya puasa orang-orang ahli kitab. Sedangkan ketika diturunkan perintah ramadhan adalah bulan khusus diwajibkan 1 bulan penuh berpuasa untuk umat Nabi Muhammad SAW.

Diperintahkannya berpuasa satu bulan penuh lamanya dibulan ramadhan ini terjadi setelah 17 bulan setelah Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah pada awalnya Allah SWT melakukan perintah untuk berpindahnya kiblat dari baitul maqdis ke Ka’bah yang berada di kota suci Mekah. Lalu, setelahnya pada bulan ke-24 barulah turun perintah untuk berpuasa satu bulan penuh dibulan ramadhan.

Dari sharing diatas, yang ingin ditekankan adalah Agama Islam yang merupakan agama Allah SWT yang disempurnakan melalui wahyu dan diajarkan ke Nabi Muhammad SAW ini ibaratnya suatu negara yang jika ingin merdeka/ independence maka membutuhkan 3 hal, yaitu:

  1. Konstitusi: agama Islam menggunakan Al-Quran sebagai pedoman atau undang-undang
  2. Tempat: agama Islam ibadah shalat dan lainnya adalah menuju arah kiblat yang berada di kota suci Mekah (sebelumnya berada di baitul maqdis)
  3. Hari proklamasi: agama Islam pengumuman pemisahan, pembeda dan bukti bahwa merdeka dari agama dan bangsa lainnya sehingga mampu berdiri sendiri dan mandiri terpisah dengan bangsa lain, maka dicetuslah bulan suci Ramadhan sebagai hari proklamasi agama Islam.

Sampai disini menjadi jelan bulan ramadhan adalah bulan proklamasi agama Allah SWT yang telah di turunkan untuk manusia dan dilengkapi, diajarkan melalui Nabi Muhammad SAW.

Pembahasan point 3 : Rasa syukur kepada Allah SWT adalah harapan utama
Saat ini, virus covid-19 corona yang kita hadapi adalah menjadi pelajaran berharga kepada manusia bahwa obat satu-satunya untuk bisa melewati wabah ini, yaitu dengan RASA BERSYUKUR ATAS NIKMAT DAN KARUNIA YANG TELAH ALLAH BERIKAN SEJAUH HIDUP KITA. Rasa syukur ini pun menjadi ujung dari ayat perintah Allah SWT berpuasa di bulan ramadhan adalah “Laalakum tasykurun” agar kalian bersyukur. (lihat ayat diatas Surat Al-Baqarah Ayat 185)

Ini menjadi penting untuk disampaikan, karena banyak dari sebagian kita menghadapi wabah corona ini dengan hanya perhitungan untung-rugi saja, hanya fokus kepada bisnisnya tanpa peduli hal utamanya.

Mengapa harus bersyukur? ada hubungan dengan imunitas tubuh manusia yang jika kita ingin imun bertambah lebih banyak dan lebih berlimpah untuk melawan penyakit dan virus maka mau tidak mau adalah dengan merasa bahagia dan merasa bersyukur. Jika sebaliknya, stress dapat menggangu kualitas imun sehingga rentan menghadapi penyakit dan virus.

Sebentar lagi memasuki bulan ramadhan boleh jadi kita jadikan momentum ketika berpuasa ramadhan nantinya kita niatkan adalah melimpahkan rasa syukur kepada Allah SWT atas apa yang telah kita peroleh sejauh ini. Berkumpulnya dengan anak-anak dirumah adalah suatu anugerah besar. Beraktivitas dan bekerja dirumah adalah mimpi banyak orang pun anugrah. Banyak hal yang bisa kita ambil sisi positifnya jika memandang wabah corona ini adalah sebuah cobaan yang sangat berat yang kita hadapi tentu akan memperburuk keadaan dan kondisi kita.

Perlu diketahui didalam sejarah manusia apakah sudah tau bahwa cobaan manusia yang paling berat yang pernah terjadi di muka bumi ini adalah ujian untuk Nabi Musa AS dan kaumnya bani israil? 

Begini ceritanya, didalam Al-Quran kita mendapati Allah SWT memberikan wahyunya sebagai mukjizat untuk kita semua sehingga kita bisa mengetahui apa saja kejadian yang telah Allah SWT berikan untuk manusia terdahulu sehingga bisa dijadikan pelajaran. Ada suatu peristiwa besar atau dalam bahasa arab adalah “azim” yang Allah SWT tidak sembarangan menggunakan kata ini. Azim jika baik maka diartikan sebagai suatu yang sangat luar biasa baiknya dan jika buruk maka adalah suatu peristiwa yang luar biasa buruknya.

Adalah nabi Musa AS, adalah sosok nabi yang mendapat tempat berharga dalam sejarah tiga agama samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Dan Bani Israil sendiri adalah suatu kaum yang paling banyak mendapatkan cobaan, ujian dan juga sekaligus mukijazat dari Allah SWT. Tentang penderitaan terdahsyat yang pernah terjadi di muka bumi pun dialami oleh Bani Israil.

Allah telah memerintahkan Nabi Musa untuk mengajak bani Israel (12 Kelompok) masuk ke dalam wilayah Palestina. Allah telah menjanjikan bahwa kaum Bani Israel akan mendapat kebahagian dan ketentraman di wilayah Palestina.

Namun, bani Israel tidak mau masuk ke tanah suci Palestina. Mereka takut terhadap orang-orang dari Suku Kan’an di wilayah Palestina. Orang-orang Kan’an memang dikenal sebagai orang yang gagah perkasa. Mereka berkata “hai Musa, sesungguhnya di dalam negeri itu terdapat orang-orang yang gagah perkasa. Sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari tempat itu. Jika mereka keluar dari tempat itu, pasti kami akan memasukinya.” ( Surat Al- Maidah ayat 22).

Setelah itu, Nabi Musa berkata, “Serbulah mereka melalui pintu gerbang negeri itu. Bila kamu memasukinya, niscaya kamu akan menang.”

Bani Israel tetap menolak untuk masuk ke Palestina. Mereka justru meminta Nabi Musa dan Nabi Harun yang memeranginya. Mereka berkata, “Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja” ( Surat Al- Maidah ayat 24 ).

Akhirnya Nabi Musa berdoa. “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai, kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Oleh karena itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.” (Surat Al-Maidah ayat 25 ). 

Allah swt, mendengar doa Nabi Musa. Allah berfirman, “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu. “ ( Al-Quran Surat Al- Maidah ayat 26).

Kaum Bani Israel hidup kebingungan di Sinai, tepatnya di kawasan padang At-Tiih, selama 40 tahun, mereka hidup tiada menentu dalam hal pangan ataupun tempat tinggal mereka.  Setalah empat puluh tahun berlalu, Allah mengganti mereka dengan generasi yang baru. Generasi baru itu adalah generasi yang taat kepada Allah swt.

Ada cerita bahwasanya pada saat 40 tahun lamanya Bani Israil tersesat dan kebingungan tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa letih, lelah dan lapar. Maka, mereka meminta Nabi Musa AS sebuah solusi bagaimana mengakhiri penderitaan ini, maka Nabi Musa AS pun menjawabnya:

Tatkala Nabi Musa AS berpidato didepan kaumnya, berkata: ingatlah wahai kaumku dulu Allah SWT telah memerintahkan agar kita masuk kedalam wilayah itu namun kalian menolaknya padahal sudah jelas ini adalah perintah Allah SWT yang tentunya baik bagi kita semunya. Sehingga menyebabkan sekarang kita tidak mendapatkan diri kita kecuali kita tersesat selama 40 tahun lamanya. Maka, kuperintahkan bagimu sekalian untuk mulai menanamkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Surat Ibrahim Ayat 17

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Tanpa pikir panjang Bani Israel pun segera menunudukan hatinya dan menanamkan rasa syukur kepada Allah SWT dan meminta mohon ampunan dan rasa sayangnya kepada mereka. Sehingga, Allah SWT pun membalas rasa syukur mereka kontan dan tunai pada saat itu juga, yaitu dengan turunya mukjizat sbb:

  • Bani Israel dinaungin oleh Awan mendung sehingga tidak merasa kepanasan ditengan gurun
  • Setiap pagi dan sore, diturunkannya makanan berupa daging panggang dan minuman madu dari langit
  • Dikeluarkannya 12 mata air dari dalam perut bumi keatas gurun pasri sehingga masing masing 12 kabilah mengetahui haknya

Itulah hadiah yang berikan Allah SWT ketika bani isroil menyerah dan kembali bersukur kepada Allah SWT dan inilah tujuan utama hidup manusia ketika berpuasa di bulan ramadan nanti, carilah rasa syukur kepada Allah SWT.

Referensi kelengkapan cerita Nabi Musa As dan Bani Israel:

Pembahasan tambahan:

Ahli biologi Jepang Yoshinori Ohsumi terima Nobel Kedokteran

Komite Nobel mengumumkan bahwa Hadiah Nobel Kedokteran 2016 diberikan kepada ahli biologi dari Jepang, Yoshinori Ohsumi. Dia dianggap berjasa atas penemuannya tentang degradasi dan daur ulang sel dalam proses yang disebut sebagai autofagi. Penemuan Dr Ohsumi ini dianggap penting karena membantu menjelaskan banyak hal yang menyebabkan sejumlah penyakit, mulai dari kanker hingga Parkinson. Pemahaman akan proses tersebut mencakup mutasi sel dan infeksi yang dapat menyebabkan penyakit Parkinson, diabetes dan juga penyakit saraf. Kesalahan pada gen-gen menyebabkan timbulnya penyakit penyakit tersebut.(https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/10/161003_majalah_nobel_kedokteran)

Pertanyaan: Kenapa bulan ramadhan tidak disebutkan saja langsung bulan puasa? padahal sudah jelas didalam ayat disebutkan bulan turunnya Al-Quran.

Lanjut kepemuan ceritanya dokter Yoshinori Ohsumi diatas itu ya, jadi dia ini adalah seorang doktor mendapatkan hadiah nobel tahun 2006, terkait AUTOFAGI. Bahwasanya didalam penelitiannya ditemukan kalau manusia melakukan puasa maka sel-sel yang rusak/ tidak ada manfaatnya didalam tubuh akan di recycle ulang, di benahi dan akan diperbarui lagi. Terutama sel sel rusak yang berada didalam otak, jika rusak maka akan diganti dengan yang baru diganti sehingga bisa aktif lagi. Syaratnya adalah manusia tidak boleh banyak kortisol/ enzim stress didalam kepala kita jika manusia berpuasa tetapi isi kepalanya stress maka proses mekanisme autofagi ini gagal karena kelebihan kortisol/ enzim stressnya menyebar dan membanjiri otak kita sehingga proses autofagi gagal.

Makanya pernah dengar tidak Nabi Muhammad SAW pernah bilang: “Berapa banyak manusia nantinya pada saat bulan ramadhan hanya mendapatkan lapar dan haus saja”. Yang Allah inginkan adalah ketika bulan puasa 30 hari nantinya otak manusia diisi dengan Al-Quran yang mana Al-Quran adalah obat, adalah ilmu adalah sumber kehidupan adalah sumber kebutuhan manusia. Sehingga proses autofagi ini akan memperbarui isi otak kita.

Hindarilah stress/ marah/ benci/ iri tapi isilah dengan Al-Quran. Pastikan 30 hari otak kira memperoleh tausiyah Al-Quran, kalau bisa semua kajian pembahasan Al-Quran di ikuti dan dipelajari agar mendapatkan diri yang baru dan lebih sehat.

Tujuan puasa adalah takwa, tetapi bukan tujuan ramadhan, jangan bingung yaa… hehehe

Pastikan Kamu join Komunitas Digital Marketing dan Bisnis Online, SB1M

 

 

 

 

 

 

 

Silakan daftar disini: 👉 https://bit.ly/2xanBJ2

 

Terima kasih atas perhatiannya!!!

Author: Rafian Noor

Digitalpreneur | Digital Nomad | Digital enthusiasticDescription: - Ingin Mahir Internet Marketing? - Ingin dapat income dari Internet Marketing? - Ingin dapat Ilmu GRATIS Internet Marketing selama 3 tahun nonstop GRATIS?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *